Aku mau berbagi pengalaman mengenai sebuah bisnis yang tak baik dan tak lazim nih. Jadi begini ceritanya, baru-baru ini aku diajak seorang teman untuk berbisnis, dan aku penasaran dengan bisnis yang dia beritahu itu. Karena mungkin aku kurang wawasan dengan hal yang begituan yaudah aku ikut dia ke tempat ketemuan dengan komunitas bisnisnya. Awalnya kelihatan biasa saja, tapi lama-lama mulai mencurigakan. Kenapa mereka menjalankan bisnis sangat sembunyi-sembunyi seperti takut ketahuan oleh publik. Sewaktu baru mulai kenalan dengan orang-orangnya, aku diajak ngobrol santai dan ngebahas tentang bisnis secara umum, bukan mengenai bisnis mereka. Diawal pembicaran mereka sangat merahasiakan bisnis mereka, dan aku sama sekali tidak tahu bisnis apa yang mereka kerjakan. Mereka hanya mengatakan bahwa bisnis mereka itu sangatlah mudah dikerjakan dan tidak memakan waktu banyak. Tapi keuntungan yang mereka dapat sangatlah besar, seperti kita bisa membeli sebuah motor dengan harga 50 jutaan hanya dalam waktu 4 bulan saja.
Dalam pikiranku ini bisnis sepertinya tidak beres dan mungkin haram dalam Islam. Setiap kali aku bertanya bisnis apa yang mereka lakukan, mereka selalu menjawab "nanti kami beri tahu" sambil bertanya "jadi gimana? mau ikut gak?"

Sejujurnya aku bingung dengan keputusanku, bagaimana caranya mau gabung dalam sebuah bisnis tanpa tahu bisnis apa yang akan dijalankan. Dan hal itu sangat mencurigakan. Okelah aku coba gabung karena sangat penasaran. Setelah itu, orang-orang yang ingin mencoba bergabung seperti aku dikumpulkan dan dijelaskan mengenai bisnis mereka. Bisnis yang mereka kerjakan adalah bisnis distribusi, penjualan, serta penarikan member-member baru atau biasa disebut prospek.

Pertama distribusi, mereka mendistribusikan produk mereka melalui member-member seperti saya bila saya bergabung. Setiap calon member wajib membeli minimal satu paket produk mereka untuk bisa bergabung. Satu paket yang mereka jual harganya sekitar setengah juta. Dan itu termasuk mahal karena aku tidak punya modal sebanyak itu. Tapi dengan modal hanya satu paket saja, dan menjadi member kita akan bisa mendapatkan untung banyak dan akan balik modal secepatnya, itu yang mereka janjikan. Dari sini saja aku sudah merasa tidak enak dan ada yang ganjil dengan bisnis ini.

Kedua penjualan, barang yang didistribusikan boleh kita jual boleh juga tidak. Karena pada dasarnya target utamanya bukanlah penjualan barang melainkan prospek member baru untuk bergabung dan membeli paket mereka. Kata orang ini termasuk bisnis MLM, dan bodohnya aku sama sekali belum tahu apa itu MLM sewaktu itu.

Ketiga prospek, dan ini memang ciri utama dari bisnis MLM. Setelah bergabung kita diwajibkan untuk mencari member-member baru untuk dijadikan downline kita agar upline seperti yang sudah duluan gabung bisa mendapat keuntungan. Dan minimal downline permember adalah dua orang. setelah mendapat minimal dua member downline, kita cukup diam dan menunggu downline kita mencari downline baru mereka. setiap penambahan member downline, kita akan mendapatkkan sebuah komisi. Jadi mau kita bekerja atau tidak, kita akan tetap mendapatkan penghasilan setiap minggu minimal 100rb. Bila kita tidak mendapatkan member baru setiap minggu untuk dijadikan downline, kita tidak akan mendapatkan uang sama sekali. Jadi bisnis ini terdengar seperti penipuan terhadap member downline.

Karena pada waktu itu aku belum tahu apa-apa, okelah aku bergabung dan mengisi formulir pendaftaran member baru. Aku membayar hanya uang sebesar 100rb karena tidak membawa uang banyak, dan untung sekali aku tidak mengambil uang di ATM untuk menambah uang 100rb itu. Mereka bilang kalau kita tidak punya uang untuk bergabung mereka akan memberi solusinya. Dan ternyata solusinya itu adalah 'gadaikan', 'jual harta', 'meminjam', atau 'minta dengan ortu'. Kenapa mereka memberi solusi yang aneh dan merugikan, dan apabila memang tidak ada uang, mereka akan menyuruh kita untuk menjual barang kita atau digadaikan dengan bahasa memaksa. Ini bisnis atau pemerasan?! Saat aku bilang aku cuman bawa uang 100rb mereka bilang aku bohong dan meminta mengambil uang di ATM untuk melunasi paketanku. Karena aku orang yang keras aku tetap bilang tidak bisa dan akan melunasinya dihari berikutnya saja. Setelah berdebat lama, akhirnya aku menang perdebatan. Yang aneh lagi, kenapa dalam formulis pendaftarannya tidak ada pasar perjanjian bisnis, undang-undang, dan tanda tangan? Lebih parah lagi, dalam hukum bila akan membuat perjanjian dengan menyerahkan uang, seharusnya menggunakan materai. Aku berfikir lagi bahwa ini adalah penipuan tapi aku diamkan saja dulu dan menyerahkan uang itu. Dan berakhirlah pertemuan dihari itu.

Dihari kemudian aku berubah pikiran karena dapat informasi dari teman kalau itu bisnis MLM dan menipu. Kemudian aku cari info tambahan diinternet. Mengenai hukum islam MLM bisa dilihat disini, dan untuk kerugian dari MLM bisa dilihat disini.
Aku datang ketempat kumpul komunitas mereka. Disana mereka selalu berusahan menahan agar aku tidak keluar dari keanggotaan mereka, Tetapi ya tidak mungkin aku mengubah pikiranku. Sekali tidak ya tidak, karena hatiku memang berkata untuk tidak mengikuti bisnis semacam itu. Dan dalam perdebatan hari itu aku mendapatkan sebuah fakta kalau mereka berbohong dan menipu. Pada hari sebelumnya mereka mengaku bahwa bisnis mereka berbeda dengan bisnis MLM, tapi kemudian mereka tanpa sengaja mengakui bahwa mereka adalah bisnis MLM tetapi tidak 'menipu'. haha... dalam hatiku aku tertawa, mereka tidak bisa membohongiku. Mereka memiliki sangat banyak celah yang dapat kucari. Sepanjang debat aku tidak bisa berhenti 'membaca' mereka, sangat mudah 'membaca' mereka. Bergantian orang-orang yang berusaha membujukku, tumbang satu dan satu lagi menggantikan. Kalau dihitung mungkin aku berdebat dengan lima orang bergantian. Usaha mereka akan tetap sia-sia. Aku tidak akan mendengar bujukan mereka yang sangat persuasif dan janji-janji setinggi langit mereka.

Akhirnya mereka mengalah dan berkata akan mengembalikan uang 100rb yang sudah kuberikan. Ketika akan mengambil uang tersebut, orang yang akan memberikan uangnya langsung memberi banyak alasan bahwa uangnya tidak bisa dikembalikan. Okeh karena aku lelah berdebat dan berurusan dengan mereka, akupun mengalah untuk uang 100rb itu. Dan disitu aku sangat bersyukur bahwa dihari sebelumnya aku tidak mengambil uang dan memberikan mereka uang berjuta-juta.

Sekian pengalamanku yang mungkin berharga untuk waktu mendatang. Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat bagi pembaca. Dan bagi pelaku bisnis MLM agar (tidak) TERSINGGUNG dengan tulisan ini.

Ingat, setinggi apapun janji keuntungan yang mereka katakan, jangan mau tertipu. Terutama bagi kamu yang beragama Islam dan ingin masuk surga, karena bisnis yang seperti itu termasuk haram.